Monday, May 11, 2015
Sabtu, 23 Mei 2015 - Oposisi Saturnus
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang berjajar lurus dengan Bumi dan Matahari. Hari ini Saturnus akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo 0. Dengan teleskop, Saturnus akan terlihat purnama dihiasi oleh cincinnya. Ini adalah waktu terbaik mengamati Saturnus.
Bumi berputar mengelilingi matahari setahun sekali. Saturnus berputar mengelilingi matahari sekali setiap 30 tahun. Ini berarti bahwa planet bumi kita harus melewati antara Saturnus dan matahari setiap tahun. Pada tahun 2011, peristiwa ini - disebut oposisi Saturnus - terjadi pada tanggal 3 April.
Jika anda memiliki teropong,tentu para skywatcher akan merasa dimanjakan dengan fenomena ini. Karena meskipun semua dari empat planet luar memiliki cincin, tapi sistem cincin paling spektakuler di antara mereka adalah milik Saturnus.
Seperti yang kami singgung di atas, Saturnus mencapai puncak oposisi dan visibilitas pada tanggal 3 April (8,6139 SA dari bumi) terbit di Timur saat Matahari terbenam di Barat. Jadi, pada bulan April 2011 kita bisa mendapati Saturnus di langit timur ketika Matahari terbenam. Saturnus mencapai ketinggian tertinggi sekitar tengah malam dan terbenam di Barat pada waktu fajar. Berarti planet Saturnus akan terlihat sepanjang malam.
Terlihat berada di konstelasi Virgo, Saturnus ada dalam keadaan bermagnitudo 0,4. Bahkan bintang paling terang di langit pun kalah terang di banding dia kan? Padahal jaraknya dari bumi itu mencapai 800 juta mil. Tapi seiring dengan kemunculan bulan, magnitudo saturnus akan berkurang menjadi 0,5.
Melalui teleskop, Saturnus akan menarik perhatian kita dengan rotasinya yang sangat cepat (10jam 14menit). Tentu saja tidak lebih menarik dari cincin saturnus yang berkilauan. Apalagi tahun ini cincin saturnus hadir 3 kali lebih miring terhadap garis pandang kita dibanding tahun lalu, sekitar 8,7 ° dan diameter equatornya terlihat lebih besar sekitar 19,2 detik busur. Dan kali ini kita dimungkinkan untuk melihat Cassini (bagian gelap yang memisahkan cincin A dan B saturnus). Tentu saja, Titan juga dapat terlihat bermagnitudo 8 dengan teleskop kecil kita
Sunday, May 10, 2015
Kisah Omar, pejuang Islam yang bikin gemetar serdadu Italia
Usianya memang sudah senja, namun tubuhnya tetap tegap dan gagah di hadapan prajurit Italian yang menjaganya cukup ketat. Dengan tenang, lelaki ini berjalan menuju tiang gantungan. Namun, hatinya masih yakin, negara dan rakyatnya akan merasakan kebebasan dan lepas dari penjajahan.
Sosok itu adalah Omar Al-Mukhtar, atau lebih dikenal Omar Mokhtar. Sepak terjangnya melawan penjajahan membuatnya jadi buruan nomor satu, bahkan membuat gentar serdadu Italia yang mencoba berkuasa di tanah kelahirannya.
Omar dilahirkan di sebelah timur Cyrenaica, Distrik Burnan, sebuah kampung kecil bernama Zawiyat Janzur bagian timur Tobruk. Tempat kelahirannya ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Ottoman yang bernama Provinsi Tripolitanian. Pendidikannya pun didapat dari masjid setempat, sebelum akhirnya menghabiskan delapan tahun hidupnya di Universitas Senussi.
Bulan Oktober 1911, Italia mulai membuka front di Libya untuk merebut wilayah ini dari Ottoman. Pasukan dari negeri ini menyerang dan berhasil sejumlah kota pantai, mulai dari Tripoli, Benghazi, Misrata dan Derna secara berturut-turut. Bombardir yang berlangsung selama tiga hari dalam sebuah serangan ke Cyrenaica mematik api kemarahan Omar.
Sosok itu adalah Omar Al-Mukhtar, atau lebih dikenal Omar Mokhtar. Sepak terjangnya melawan penjajahan membuatnya jadi buruan nomor satu, bahkan membuat gentar serdadu Italia yang mencoba berkuasa di tanah kelahirannya.
Omar dilahirkan di sebelah timur Cyrenaica, Distrik Burnan, sebuah kampung kecil bernama Zawiyat Janzur bagian timur Tobruk. Tempat kelahirannya ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Ottoman yang bernama Provinsi Tripolitanian. Pendidikannya pun didapat dari masjid setempat, sebelum akhirnya menghabiskan delapan tahun hidupnya di Universitas Senussi.
Bulan Oktober 1911, Italia mulai membuka front di Libya untuk merebut wilayah ini dari Ottoman. Pasukan dari negeri ini menyerang dan berhasil sejumlah kota pantai, mulai dari Tripoli, Benghazi, Misrata dan Derna secara berturut-turut. Bombardir yang berlangsung selama tiga hari dalam sebuah serangan ke Cyrenaica mematik api kemarahan Omar.
Omar pun berusaha membangkitkan semangat perjuangan rakyat Libya untuk mengganggu keberadaan tentara Italia di negerinya. Omar yang juga berprofesi sebagai guru mengaji ini tak hanya seorang hafiz, tapi juga ahli strategi dalam perang gurun. Dia sangat mengenal wilayahnya dan menggunakan pengetahuannya agar unggul dari serdadu Italia yang memiliki persenjataan dan peralatan tempur yang lebih modern.
Taktik perang gerilya yang dijalani Omar dan pasukannya meraih kemenangan yang gemilang. Bahkan, sebuah serangan di Al-Gherthabiya, dekat Sirt pada April 1915 membuat Italia kehilangan ribuan tentaranya.
Serangan itu membuat Italia berupaya membalas. Beberapa kota yang sempat dikuasai Omar dan pasukannya kembali jatuh ke tangan Italia. Alhasil, Omar terpaksa mundur hingga membentuk garis pertahanan baru di sebuah bukit bernama Aj-Jabal Al-Akdar, atau Gunung Hijau.
Dengan cepat, Mukhtar berhasil mengubah taktiknya dan mendapat bantuan dari Mesir. Usai perang dunia pertama, atau tepatnya Maret 1927, serangan Omar di Raheiba mengejutkan Italia. Serbuan itu mematik amarah Jenderal Attilio Teruzzi dan bersumpah akan membalas serangan itu.
Taktik perang gerilya yang dijalani Omar dan pasukannya meraih kemenangan yang gemilang. Bahkan, sebuah serangan di Al-Gherthabiya, dekat Sirt pada April 1915 membuat Italia kehilangan ribuan tentaranya.
Serangan itu membuat Italia berupaya membalas. Beberapa kota yang sempat dikuasai Omar dan pasukannya kembali jatuh ke tangan Italia. Alhasil, Omar terpaksa mundur hingga membentuk garis pertahanan baru di sebuah bukit bernama Aj-Jabal Al-Akdar, atau Gunung Hijau.
Dengan cepat, Mukhtar berhasil mengubah taktiknya dan mendapat bantuan dari Mesir. Usai perang dunia pertama, atau tepatnya Maret 1927, serangan Omar di Raheiba mengejutkan Italia. Serbuan itu mematik amarah Jenderal Attilio Teruzzi dan bersumpah akan membalas serangan itu.
Kamis, 28 Mei 2015 - Istiwa' Adhom
Kamis, 28 Mei 2015 pukul 16:18 WIB Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.
Friday, May 8, 2015
Jum'at, 8 Mei 2015 - Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara tanggal 19 April s/d 28 Mei 2015. Pada puncaknya hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 30 meteor tiap jam. Meteor-meteor Eta Aquarids akan terlihat melesat dari arah rasi Aquarius yang berada di arah timur setelah tengah malam hingga matahari terbit. Namun Bulan yang baru mencapai fase purnama 4 hari lalu kemungkinan masih cukup terang sehingga menghalangi terlihatnya meteor-meteor redup.
Friday, May 1, 2015
- Sekretaris Jendral Konfederasi Serikat Buruh Dunia Hadiri May Day di Jakarta
"It's not hard to stand up for people"
Kata-kata tersebut yang disampaikan oleh Sharan Burrow, wanita asal Australia yang saat ini menjadi pimpinan buruh internasional. Menurutnya tidak sulit untuk berjuang bagi orang lain. Hal tersebut bukan hanya menjadi sebuah ucapan bagi perempuan berumur 61 tahun ini. Sharan telah melakukan banyak hal untuk memperjuangkan kesejahteraan para buruh di banyak negara.
Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC) hadir di Indonesia untuk mendukung acara May Day hari Jumat (1/5). Kehadirannya bukan tanpa tujuan. Ia datang untuk menyuarakan perubahan untuk kesejahteraan para buruh. Salah satunya adalah sistem kerjaoutsourcing di Indonesia.
"Outsourcing adalah salah satu bentuk eksploitasi bagi para tenaga kerja," ujar Sharan saat berbincang dengan CNN Indonesia.
Berbicara mengenai buruh, Sharon berdiri di jajaran paling depan, terutama bagi para buruh yang bekerja di pabrik, call centers dan lokasi konstruksi bangunan. "Mereka dieksploitasi secara tersembunyi," katanya.
Sharron tak lupa untuk memberikan perhatian secara khusus bagi para buruh perempuan. Ia mendengar dan melihat banyaknya perlakuan buruk yang diterima oleh para buruh perempuan Indonesia, mulai dari dipaksakannya lembur bagi perempuan yang telah berkeluarga, tingginya pajak yang diberikan hingga kasus pemukulan, penganiayaan dan pelecehan seksual.
"Tapi tidak ada yang mau bersuara bagi mereka," kata Sharan.
Oleh sebab itu, Ia mengungkapkan rencana kampanye untuk menghentikan keserakahan perusahaan atau korporasi bahkan yang level multinasional. Dalam waktu 12 bulan, ia akan menyarankan hal tersebut secara global.
Menurut perempuan yang lahir di New South Wales ini, begitu banyak perusahaan yang meraup keuntungan dengan begitu besar namun memberikan upah yang begitu rendah kepada para buruh.
"Hal itu sangat tidak bisa diterima. Dengan kondisi seperti itu, para tenaga kerja menjadi korban pengeksploitasian korporasi," kata dia menegaskan.
Rendahnya upah kerja, tidak baiknya jaminan kesehatan yang diberikan dan tidak jelasnya dana pensiun menjadi hal yang selama ini diserukan para buruh. Namun, Sharan mengatakan hal tersebut hanya bagian dasar. Yang menjadi bagian terpenting adalah bagaimana memberikan perlakuan yang bermartabat bagi para buruh.
Kata-kata tersebut yang disampaikan oleh Sharan Burrow, wanita asal Australia yang saat ini menjadi pimpinan buruh internasional. Menurutnya tidak sulit untuk berjuang bagi orang lain. Hal tersebut bukan hanya menjadi sebuah ucapan bagi perempuan berumur 61 tahun ini. Sharan telah melakukan banyak hal untuk memperjuangkan kesejahteraan para buruh di banyak negara.
Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC) hadir di Indonesia untuk mendukung acara May Day hari Jumat (1/5). Kehadirannya bukan tanpa tujuan. Ia datang untuk menyuarakan perubahan untuk kesejahteraan para buruh. Salah satunya adalah sistem kerjaoutsourcing di Indonesia.
"Outsourcing adalah salah satu bentuk eksploitasi bagi para tenaga kerja," ujar Sharan saat berbincang dengan CNN Indonesia.
Berbicara mengenai buruh, Sharon berdiri di jajaran paling depan, terutama bagi para buruh yang bekerja di pabrik, call centers dan lokasi konstruksi bangunan. "Mereka dieksploitasi secara tersembunyi," katanya.
Sharron tak lupa untuk memberikan perhatian secara khusus bagi para buruh perempuan. Ia mendengar dan melihat banyaknya perlakuan buruk yang diterima oleh para buruh perempuan Indonesia, mulai dari dipaksakannya lembur bagi perempuan yang telah berkeluarga, tingginya pajak yang diberikan hingga kasus pemukulan, penganiayaan dan pelecehan seksual.
"Tapi tidak ada yang mau bersuara bagi mereka," kata Sharan.
Oleh sebab itu, Ia mengungkapkan rencana kampanye untuk menghentikan keserakahan perusahaan atau korporasi bahkan yang level multinasional. Dalam waktu 12 bulan, ia akan menyarankan hal tersebut secara global.
Menurut perempuan yang lahir di New South Wales ini, begitu banyak perusahaan yang meraup keuntungan dengan begitu besar namun memberikan upah yang begitu rendah kepada para buruh.
"Hal itu sangat tidak bisa diterima. Dengan kondisi seperti itu, para tenaga kerja menjadi korban pengeksploitasian korporasi," kata dia menegaskan.
Rendahnya upah kerja, tidak baiknya jaminan kesehatan yang diberikan dan tidak jelasnya dana pensiun menjadi hal yang selama ini diserukan para buruh. Namun, Sharan mengatakan hal tersebut hanya bagian dasar. Yang menjadi bagian terpenting adalah bagaimana memberikan perlakuan yang bermartabat bagi para buruh.
Subscribe to:
Comments (Atom)

